+62 24 7476157
humas@smp-alazhar14.sch.id
Jl. Klentengsari no.1 Banyumanik Semarang
Alumni Mengajar: Merajut yang Hilang Menyemai Persaudaraan
blog-img
26/01/2021

Alumni Mengajar: Merajut yang Hilang Menyemai Persaudaraan

Edi Mulyono | Berita

Seribu orang tua bisa bermimpi, satu orang pemuda bisa mengubah dunia.

Terinspirasi dari pesan Presiden RI pertama Soekarno itulah, Spalza 14 mengajak generasi muda untuk menggali potensi diri dan memajukan negeri lewat pendidikan.

 

Hal ini diwujudkan dalam kegiatan “Alumni Mengajar”, yaitu alumni Spalza 14 menjadi pengajar tamu di almamaternya untuk berbagi pengalaman sukses dan memotivasi para murid.

 

Kegiatan “Alumni Mengajar” bertemakan “Merajut yang Hilang Menyemai Persaudaraan” ini dilaksanakan hari Jumat, 22 Jnuari 2021, dari pukul 09-11.WIB yang diikuti kurang lebih 425 siswa dengan 15 narasumber. Mereka adalah, Frieda Triastuti ( Zufika Satria (Angkatan 2) adalah Dengan perhitungan setiap kelas ada satu alumni yang menjadi narasumber. Kegiatan dilaksanakan secara daring (online).

 

Farah Firdausi, alumni kalem yang tinggal di London ini, demi almamater bela-belain daring mulai pukul 02.30 dini hari hanya buat program “Alumni Mengajar”. Dokter cantik yang waktu SMP jumlah nilai UN-nya  nyaris sempurna ini mengisi di kelas kelas 7D.

 

Farah menyampaikan bagaimana mencari motivasi di dalam diri sendiri yg bisa mendorong kita untuk terus maju, tidak masalah sekecil dan seremeh apapun itu. kegagalan dan kesulitan adalah bagian dari hidup. Menerima kekecewaan ketika gagal penting untuk bisa bangkit lebih tinggi lagi. kita manusia adalah makhluk yang kecil, banyak hal yg tidak bisa kita control,  tapi ada yg bisa kita kontrol, yaitu bagaimana kita berusaha menjadi baik dengan jalan yg memang Allah pilihkan.

 

Berbeda dengan Farah, kelas 9B diisi oleh Muhammad Zulfikar Rakhmat, yang biasa dipanggil mas Fikar. Beliau merupakan alumni SMP Al Azhar 14 angkatan 3 yang sekarang telah menjadi dosen senior di UII, Yogyakarta. Selain itu, doktor hebat ini juga aktif sebagai peneliti, penulis dan jurnalis.

Penyampaian materi oleh Mas Fikar kali ini benar-benar menginspirasi semua peserta yang hadir, tidak hanya adik kelas bahkan guru pun merasa tersentuh dengan materi yang disampaikan. Perjalanan hidup beliau dari lahir yang mengalami Ashpixia Neonatal, menyebabkan adanya gangguan motorik sampai saat ini. Namun semua itu tidak mematahkan semangat beliau untuk mencapai cita-cita nya menjadi seorang guru. Dengan ikhtiar, doa, sabar dan tawakkal akhirnya semua dapat dilalui dengan sukses. Satu kata dari beliau "Never Let your weaknesses win".

 

Kelas 8B disi oleh alumni Nabila Soraya Patria. Sarjana ekonimi ini alumni spalza angkatan 5. Dalam kegiatan ini Kak Aya (panggilan karabnya) mengawali kegiatan dengan bercerita ketika masa SMP kemudian dilanjut bagaimana lika-liku ketika kak Aya mendaftar untuk masuk perguruan tinggi.

 

Cewek yang sekarang ini menjadi public Relation di Hotel Pandanaran berbagi ilmu kepada adik kelasnya tentang bagaimana tips menjadi orang sukses dan memberi tahu perbedaan orang sukses dan orang gagal melalui pemutaran video "Merry Riana". Kegiatan ini semakin menyenangkan ketika sesi tanya jawab dan ada doorpize gopay bagi yang bisa menjawab pertanyaan dara manis ini. Kegiatan ini menjadi penyemangat adik kelas karena sudah melihat kakak kelas yang sudah sukses mengisi materi di kelas mereka.

 

Frieda Triastuti, alumni Angkatan 1 ini mengajar di kelas 8C. Tema yang diusung adalah "Mempersiapkan tujuan dan kemampuan untuk menghadapi era digitalisasi 4.0". Frieda (panggilan akrabnya) memberikan motivasi kepada adek-adek kelas untuk mempersiapkan mental, kemampuan dan ketrampilan dlm menghadapi era revolusi industri 4.0 dan era society 5.0 dengan tetap mengembangkan "human touch" salah satunya, kemampuan berfikir (analythical thinking) karena itulah yg membedakan manusia dengan teknologi.

 

Karena dengan adanya gempuran teknologi yang massive dan cepat, serta, perubahan yg terjadi di seluruh aspek kehidupan manusia (aspek2 sosio kultural), kita d tuntut utk harus terus berproses dan  berkembang, krn jika d era 4.0 teknologi d buat utk menggantikan peran manusia, maka, menurut Yuko Harayama, dimana era society 5.0 adalah era dimana masyarakat informasi dibangun diatas era 4.0 yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang makmur yang berpusat pada manusia" hal ini berarti, justru di era society 5.0 nanti manusia mau tidak mau akan berjalan beriringan dengan  teknologi, krn teknologi d ciptakan utk membantu manusia.

 

Ditambah, menurut data statistik BPS 2020, bahwa 34% pekerja indonesia akan diisi oleh digital native, yaitu anak2 dari generasi Y dan Z, oleh karena itu, kita sebagai generasi penerus harus lebih mempersiapkan diri untuk turut andil dalam mengisi kemerdekaan dengan turut berkontribusi membangun negara yang lebih baik melalui “human touch”.

 

Zulfika Satria Kusharsanto, dengan sederet gelarnya, ST, MT, MSc ini mengisi di kelas 9D. Alumni Angkatan 2 ini mengisi materi yang membuat adek kelas antusias, Zulfi (panggilan akrabnya) memaparkan acara ini dengan santai dan dia menjelaskan pengalaman dia waktu belajar di SMP, baik suka maupun duka, juga kisah dia melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi samapi dia bisa meraih cita-citanya.

 

Adek kelas yang antusias dibuktikan dengan beberapa pertanyaan yang terlontar dari anak-anak 9D, beberapa pertanyaan yang terlontar yang sempat tercatat diantaranya, “Apakah dulu waktu SMP mas Zulfi pernah nakal?’”, “Bagaimana caranya mas Zulfi menjaga konsentrasi dalam belajar?”, “Apakah pekerjaan mas Zulfi sekarang sesuai dengan yang mas Zulfi cita-citakan?”, “Berikan gambaran atau bidang pekerjaan mas Zulfi seperti apa dan adakah gambaran yang kongkrit penemuan apa yang bisa atau sudah kita pakai?” dan banyak lagi pertanyaan lagi yang bikin acara “Alumni Mengajar” makin seru.

Yang pasti acara “Alumni Mengajar” ini benar-benar menajdi inspirasi bagi adik kelas. Ada haru, seneng, lucu, heboh, bahkan terkagum-kagum Ketika alumni mengajar di kelas. Mudah-mudahan ke depannya program ini bisa berjalan terus sehingga kita semakin merasa memiliki dan mencintai Spalza 14 Semarang tercinta ini. (Tito)
 



 

 

Bagikan Ke:

Populer