Parent Teacher: Membangun Kemitraan dengan Orang Tua dalam Mendidik Anak

“Di dalam hidupnya, anak-anak adalah tiga tempat pergaulan yang menjadi pusat pendidikan yang amat penting baginya, yaitu alam keluarga, alam perguruan dan alam pergerakan pemuda.” Quote yang disampaikan oleh Ki Hadjar Dewantara masih relevan sampai sekarang, bahwa salah satu pusat Pendidikan adalah orang tua.

“Parent Teacher”, salah satu program tahunan Spalza 14 menggandeng orang tua untuk  ikut berperan aktif mendidik anak, salah satunya dengan mengajar di kelas. Bukan mengajara mata pelajaran, namun menyampaikan motivasi selama narasumber menjadi pelajar hingga bisa sampai memiliki pekerjaan yang sekarang digelutinya. Perjalanan hidup serta perjuangan mereka juga tak luput dari penceritaan. Pekan “Parent Teacher” tahun ini digelar Senin- Jumat, 12-16 dan 23 September 2022.

Parent Teacher: Membangun Kemitraan dengan Orang Tua dalam Mendidik Anak
« of 2 »

Hari Senin ada tiga orang tua murid yang mengajar di kelas “Parent Teacher”, yaitu Kombes Pol Alpen, SH., S.I.K., M.H. (Muhammad Juan Alvares 7E), Dirresnarkoba Polda Sulawesi Barat. Mengangkat tajuk “Generasi SMP Islam Al Azhar 14 Berani katakan tidak pada narkoba”, Narkoba kepanjangan dari narkotika, psikotropika dan bahan bahan berbahaya. undang-undang no.35/2009 narkotika adalah zat / obat yang berasal dari tanaman atau bukan baik sintetis maupun semi sintetis yg dpt menyebabkan penurunan atau perubahan sampai menghilangkan rasa nyeri dan dpt menimbulkan ketergantungan. undang-undang no.5/1997 tentang psikotropika adalah zat/ oba,t baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pd susunan syaraf pusat yg menyebabkan perubahan khas pd aktivitas mental dan perilaku. bahan bahan berbahaya adalah bahan/obat baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika yang dapat menyebabkan kecanduan , dan berakibat fatal bila berlebihan. Faktor utama yang menyebabkan REMAJA berperilaku menyimpang (menyalah gunakan narkoba), yaitu : (1) coba-coba/iseng (74,15 %) (2) teman sebaya (51,14 %) (3) lingkungan (86,67 %) (4) pola asuh otoriter (70,00 %) (5) pengaruh film dan TV (47,15 %) Menurut PENDAPAT para remaja sendiri tindakan untuk mencegah terjadinya penyimpangan perilaku : (1) Keteladan orang tua (59,12%) (2) Disiplin dalam keluarga (32,44 %) (3) Pendidikan agama dalam keluarga (47,33%) (4) Hubungan baik dlm keluarga (28,32%).

Berbeda dengan kelas 7E, Bapak Siswo Purnomo, Amd, (Abdurrohman Shila Kaisan 8D), PNS di pemerintahan Kota Semarang, mengangkat tajuk ” Mengenal lebih dekat humas Kota Semarang.” Bagian Humas dan protokol merupakan salah satu bagian di lingkungan Setda kota Semarang yang memiliki tupoksi untuk menyebarluaskan informasi mengenai kebijakan,program maupun kegiatan pimpinan daerah, utamanya walikota.

Drs. Supriyono, MM, PT Mitra Kargo Indonesia, papa dari Hirzi Athaya Mumtaz Priyanja 7B, dengan tajuk “Mengenal profesi dan nilai-nilai wira usaha pada anak”. Adapun tema yang diusung  adalah “Mengenal Profesi dan Nilai-Nilai Wirausaha pada anak”. Dalam kegiatan tersebut terlihat murid kelas 7B sangat antusisas, sebab tema yang diusung Ayahanda Hirzi merupakan tema yang sedang digaungkan  oleh pemerintah yaitu kemampuan entrepreneur pada peserta didik dan juga sejalan dengan program program yang sedang akan dilaksanakan di SMP Islam Al Azhar yaitu Entrepreneur Day.

Pada saat kegiatan Parent Teacher, banyak pertanyaan yang diajukan oleh anak-anak , antara lain tentang bagaimana memulai usaha untuk seusia pelajar, bagaimana mendapatkan modal untuk memulai usaha bahkan pertanyaan yang sangat kritis sekali yaitu bagaimana jika semua menjadi wirausahawan lalu siapa yang menjadi pekerjanya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scan the code